Defragmentasi Otak Anda Menjadi Lebih Baik

9 Februari 2010 at 10:07 pm (Uncategorized)

neuron

Diskusi masalah kecerdasan manusia, tentu tidak bisa tanpa menyinggung masalah otak manusia, karena disini awal segalakisruhnya. Kapasitas otak manusia sangat besar, bahkan ada yang menyebut tidak terbatas. Hanya sayangnya orang biasanya hanya menggunakan 1% dari otaknya, sedangkan orang jenius berhasil menggunakan 4-5% otaknya.  Lha kok bisa? Dan bagaimana supaya kita juga bisa jadi cerdas? Ikuti terus tulisan ini.

Otak manusia tersusun dari neuron-neuron yang jumlah totalnya mencapai 1 trilyun. Walaupun kecil, konon kabarnya satu neuron itu memiliki kecepatan pemrosesan yang setara dengan satu unit komputer. Adam Kho lewat bukunya “I am Gifted, So Are You” mengatakan bahwa otak itu apabila dituliskan dalam bentuk digital akan menjadi  tulisan sepanjang 10.5 juta kilometer.  Ketika jarak terjauh bumi dan bulan itu sekitar 406.720 km, maka kapasitas otak kita setara dengan 25 kali perjalanan dari bumi ke bulan. Tambahan informasi lagi, dari buku Super Great Memori dikatakan bahwa, jika setiap detik dimasukkan 10 informasi kedalam otak kita sampai 100 tahun, maka otak manusia masih belum terisi separuhnya. Ada beberapa peneliti yang mencoba mengkuantifikasi kapasitas otak, ada yang menyebut 3 terabyte, dan ada juga yang menyebut mencapai 1000 terabyte.

Sedemikian dahsyatnya kapasitas otak kita, tapi sayangnya kita hanya menggunakan kurang dari 1%nya. Dan orang jenius seperti Albert Einstein, konon kabarnya juga hanya menggunakan 5% dari seluruh kapasitas otaknya.

Artinya apa? Manusia memiliki kapasitas otak yang sama, yang implikasinya adalah sebenarnya kita semua memiliki daya tangkap terhadap suatu materi pembelajaran sama. Dan tidak ada manusia bodoh di muka bumi ini!

Lha kok, tapi di kelas ada yang cerdas dan ada yang tidak? Itu karena sistem retrieval(pencarian kembali) manusia berbeda-beda. Orang yang cerdas itu adalah orang yang memiliki sistem retrieval yang baik. Seperti sebelumnya saya sebutkan diatas, kapasitas otak manusia mungkin mencapai 1000 terabyte, bayangkan seandainya laptop kita berkapasitas 1000 terabyte, pasti lambat melakukan pencarian file, apalagi kalau letak fisik filenya tidak tertata dengan baik alias terpecah-pecah di berbagai tempat dalam harddisk kita.

Trus gimana caranya supaya sistem retrievalnya bagus? Ada banyak cara komputasi yang bisa dilakukan, paling tidak untuk mengatasi informasi yang tidak tertata dengan baik, kita menggunakan tool defragmenter. Defragmentasi? ya, lakukan defragmentasi pada otakmu!

Sebagai catatan, kata wikipedia, defragmentasi adalah sebuah proses untuk menangani berkas-berkas yang mengalami fragmentasi internal. Sebuah berkas dikatakan terfragmentasi mana kala berkas tersebut tidak menempati ruangan yang saling berdekatan dalam penyimpanan fisik. Fragmentasi dapat menyebabkan subsistem media penyimpanan melakukan operasi pencarian data yang lebih banyak, sehingga dengan kata lain berkas terfragmentasi dapat memperlambat kerja sistem, khususnya pada saat melakukan operasi yang berkaitan dengan media penyimpanan.

Jadi ketika kita menerima materi pelajaran, sebenarnya kita semua berhasil menangkap semua yang diajarkan oleh guru atau dosen kita. Namun ada yang kita simpan di bumi dan ada yang terlempar di bulan, inilah yang disebut dengan fragmentasi itu.

Trus gimana caranya supaya kita bisa mendefragmentasi otak kita? Caranya adalah dengan mengulang-ulangi pelajaran. Mengulang-ulang pelajaran, itu sama saja dengan menarik materi yang terlempar di bulan tadi supaya mendekat ke bumi, sehingga lebih cepat ketika kita mencari kembali. Dan ini sesuai dengan yang dikatakan Adam Kho, bahwa orang yang cerdas adalah orang yang neuron-neuronnya saling tersambung (neuron-connection). Semakin banyak hubungan antarneuron, maka semakin cerdas kita dalam suatu bidang. Kecerdasan itu bisa kita latih!

Wahai para Pejuang Kehidupan, ulang-ulangi pelajaran, banyak mencoba, banyak membaca, banyak berlatih, telani satu persatu hal yang belum kamu pahami, hubungkan neuron-neuronmu, maka kecerdasan akan mengikutimu …

ref: http://romisatriowahono.net

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

*_*Ciri-ciri orang yang mengalami Stress*_*

9 Februari 2010 at 9:11 pm (Uncategorized)

Sering kali seseorang mengatakan dirinya terkena stres, padahal tidak. Sebaliknya, para penderita stres justru tidak menyadari keadaannya. Untuk mengetahui Anda terserang stres atau tidak, simak penuturan spesialis nutrisi, James Scala, tentang gejala stres emosional.

1. Detak jantung berdebar keras dan dada kadang terasa sesak meski perasaan itu berlalu dengan cepat.

2. Sering merasa kelaparan karena pola makan yang tidak sehat dan teratur. Kadang Anda berpikir untuk mencoba merokok.

3. Ketiak selalu basah meskipun suhu ruangan normal.

4. Tidak menyadari Anda sering kali berbicara terlalu lantang sampai-sampai rekan kerja menegur Anda.

5. Sering marah, tapi dengan cepat menekan perasaan marah itu. Dari luar Anda terlihat kalem, sedangkan di dalam Anda merasa tertekan.

6. Leher kaku dan otot belakang punggung kejang.

7. Lelah, tapi sulit untuk tidur dan terus memikirkan masalah yang ada.

ref: http://www.liputankita.com/

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Cara mengatasi Kelelahan, Putus Asa serta Frustasi dalam Keseharian

9 Februari 2010 at 8:20 pm (Uncategorized)

Anda mungkin pernah mengalami suatu keadaan dimana waktu bekerja yang ekstra panjang, beban tugas yang melampaui kapasitas individual, serta kurangnya waktu beristirahat yang berkualitas, bisa membuat Anda menjadi tertekan dan kelelahan dalam menghadapi pekerjaan.

Ini menimbulkan keadaan tidak berdaya, putus asa, lelah, letih, dan frustrasi sebaiknya berhati-hati. Sebab, bisa jadi Anda mengalami suatu kondisi yang disebut dengan istilah job burnout. Lantas, seperti apa gejalanya dan bagaimana cara mengatasinya?

Menurut Dr. Audrey L. Canafi, asisten profesor Program Konseling dari University of Chattanooga Foundation di Universitas Tennessee, job burnout merupakan suatu respon terhadap tekanan pekerjaan yang membuat seseorang merasa tidak berdaya, putus asa, lelah, letih, dan frustrasi.

Stres dan kelelahan bisa memengaruhi sistem kekebalan tubuh dan mendatangkan berbagai macam penyakit seperti migrain, masalah pencernaan, penyakit kulit, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Selain itu, kesehatan emosional pun menjadi terganggu.

Akan tetapi, kejenuhan bekerja tidak terjadi dalam waktu hanya satu malam. Oleh karena itu, sangat penting bagi Anda untuk mengenali tanda-tanda awal job burnout dan melakukan tindakan pencegahan sebelum kondisi tersebut menjadi benar-benar serius. Berikut ini adalah lima gejalanya:

1. Rekan kerja terasa mengganggu

Jika Anda menjadi rewel dan mudah marah saat menghadapi rekan kerja yang biasanya memiliki hubungan akrab, kondisi tersebut barangkali lebih dari sekadar dinamika antarpribadi yang terjadi.

2. Datang terlambat, pulang lebih awal

Anda biasanya selalu bangun pagi dengan perasaan cerah ceria dan bersemangat menghadapi hari. Akan tetapi, saat ini setiap hari Anda merasa enggan melangkahkan kaki menuju kantor. Di kantor pun, usai makan siang Anda tidak dapat menahan diri untuk tidak melirik jam tangan setiap beberapa menit, menghitung detik demi detik yang terasa bergulir terlampau lamban hingga akhir hari.

3. Bersikap apatis

Anda yang selama ini selalu bersikap penuh antusias, berubah menjadi apatis. Anda merasa kehilangan motivasi, merasa gagal, dan tidak memiliki hasrat untuk menghadapi tantangan. Seseorang yang mengalami kejenuhan biasanya kehilangan motivasi untuk melakukan sesuatu, serta kehilangan kepedulian terhadap kebanggaan ketika berhasil menyelasaikan suatu pekerjaan dengan baik.

4. Kehilangan hubungan dengan rekan kerja

Anda tidak lagi tertarik menjalin hubungan sosial dengan rekan kerja di perusahaan tempat bekerja. Anda yang tadinya sering makan siang bersama, hang out di waktu luang, serta berpartisipasi dalam berbagai acara kantor, sekarang kehilangan minat bersosialisasi di dalam atau pun di luar kantor.

5. Sakit fisik

Anda selalu merasa lelah, sakit kepala, otot tegang, serta mengalami kesulitan tidur di malam hari. Tanda-tanda fisik ini merupakan indikator umum stres akibat pekerjaan, dan dapat berubah menjadi masalah fisik yang serius.

Nah, jika Anda mengelami gejala-gejala tersebut, sudah waktunya untuk membuat sejumlah perubahan. Anda dapat memulainya dengan berbicara empat mata dengan atasan atau seseorang dari divisi sumber daya manusia, mengenai bagaimana Anda bisa menghadapi masalah tersebut jika dapat menentukan ulang tenggat waktu pekerjaan atau mendelegasikan satu atau dua proyek ke orang lain.

Berikut ini beberapa langkah proaktif yang dapat Anda lakukan seperti direkomendasikan Carol A. Turkington dalam buku berjudul Stress Management for Busy People:

  • Belajar mengatakan tidak.
  • Evaluasi kembali tujuan Anda.
  • Kurangi komitmen di tempat kerja dan di rumah.
  • Pelajari keterampilan mengelola stres.
  • Perbanyak istirahat dan konsumsi makanan sehat.

Yang paling penting dari semuanya, sisihkan waktu untuk beristirahat! Tidak peduli seberapa penting pekerjaan Anda, sempatkan diri untuk beristirahat barang sebentar setiap hari untuk menyatukan pikiran dan tubuh, mengembalikan energi, dan bersantai

ref: http://griya-informasi.blogspot.com/2010/02/cara-mengatasi-kelelahan-putus-asa.html

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.